Perasaan


Perasaan menunjukkan bahwa kamu adalah manusia seutuhnya. 
Bila perasaan adalah selembar daun pada sebuah ranting yang sewaktu-waktu akan runtuh diterpa angin, ia akan melayang-layang sejenak dan terjatuh di atas tanah basah sisa hujan semalam. Mungkin perasaan itu juga akan membusuk seiring waktu yang usai. 

Bila perasaan adalah air yang mengalir pada sebuah sungai dan dalam peredarannya ia harus terhenti karena bebatuan atau bahkan sampah telah membendungnya. Mungkin ia akan meluap menjadi air bah yang berpencar pada nasib yang membawanya pada hati yang lain. 

Bila perasaan adalah hujan deras yang turun semalam. Barangkali siang nanti ia telah mengering ditimpa terik matahari. Namun, ia telah memberikan air kehidupan bagi pepohonan yang meranggas usai kemarau panjang. 

Perasaan itu, meskipun tak terlihat, telah menyisakan kebahagiaan. Pun bila nanti kebahagiaan itu tertutup oleh kenangan akan kesedihan, hati yang patah, perasaan yang tak terbalaskan, hati yang terluka. Tidak apa... Semua akan baik-baik saja, selama perasaan itu masih ada. Susah-senang, sedih-bahagia, duka-suka, itulah perasaan yang menunjukkan bahwa kamu masih manusia. 

Posting Komentar untuk "Perasaan"