Mengenangmu
![]() |
Hujan, menghadirkan dirimu lagi. Seperti dulu, sekarang pun masih...
Senja ini sang surya timbul tenggelam di
antara mendung
Hangat sinarnya mengalahkan dinginnya
hari
Mendung masih menggayuti langit jingga
Memudarkan semangat menjemput petang
Gerimis...
Hanya gerimis tapi membasahi
Mereka yang duduk beratapkan langit
kocar-kacir berteduh
Memeluk tubuh menghalau dinginnya air
yang merembes ke kulit
Siapa yang peduli?
Jika akhirnya gerimis berubah jadi hujan
deras
Semua basah...
Teras rumah, emperan toko, serambi
masjid
Tak luput juga pipi ini basah oleh
derasnya air mata
Hujan kembali menghadirkan rasa duka
Yang lamat-lamat terpendam, terkuak oleh
tetesan airnya
Hujan menjelma menjadi sosok yang selalu
menghantui
Mengenangmu dikala hujan
Itulah yang terjadi

Posting Komentar untuk "Mengenangmu"
Posting Komentar