Candu

Candu


Aku mencanduimu, seperti kau mencandui kopi

Pernah ada masa saat diri tak mampu tertawa
Mata pun menjawabnya
Pernah suatu ketika hatimu riuh berceloteh
tentang angin yang membawa sendawa
Mata pun menjawabnya
Yang kupunya saat ini hanya raga yang renta,
jiwa yang layu, hati yang beku
Dan beruntung aku memilikimu
Beruntung, kau mau memungutku sebelum membusuk
atau membiarkanku mati dalam kalut
Kau punya hati yang hangat
karenanya aku betah menahanmu di antara senja dan malam
Seperti kopi yang menjadi candumu,
pahitnya tak pernah kau rasakan lagi
Dan kau kini adalah canduku,
yang tak akan kulepas lagi


Posting Komentar untuk "Candu"